Beberapa hari yang lalu, Tata Motors, perusahaan mobil yang berbasis di India, memperkenalkan produk terbarunya. Produk mobil tersebut diklaim sebagai mobil termurah di dunia.
Nama mobil tersebut adalah Tata Nano dan diberi nickname “People’s Car”(jangan dimirip-miripkan dengan Tata Dado ya…hehehe). Harga yang dibandrol adalah 100,000 Rupee (sekitar 24 juta rupiah dengan kurs 1 INR = 240 IDR per tanggal 13 Januari 2008).
Mobil tersebut memiliki beberapa spesifikasi seperti:
- berkapasitas 4 penumpang (dapat bisa diisi sampai maksimal 5 orang)
- Panjang +/- 3 m
- mesin dua silinder, 633cc yang seluruhnya terbuat dari alumunium
- kecepatan maksimum 65 km/jam
Peluncuran produk mobil ini tentu saja menimbulkan banyak perbincangan. Selain disebut-sebut sebagai solusi untuk keluarga dari kelas menengah yang ingin memiliki mobil, kendaraan roda empat dengan “harga terjangkau” ini juga dianggap dapat memperbesar masalah polusi. Polusi yang dianggap akan memperparah pemanasan global yang sedang sering dibahas saat ini.
Selain itu, infrastruktur jalan raya juga menjadi sorotan banyak orang. Untuk mengakomodasi booming penggunaan mobil ini, kapasitas jalan raya harus juga dipertimbangkan untuk ditambah. Jika tidak, Anda bisa membayangkan berada di tengah-tengah kemacetan parah saat berkendaraan di jalan raya.
Ya, pastinya banyak hal yang bakalan dibahas berkaitan dengan kehadiran mobil ini. Saya juga langsung membayang-bayangkan untung rugi berkaitan dengan kehadiran mobil ini pada saat pertama kali mendengar beritanya.
Masalah kemacetan sudah pasti menjadi salah satu yang paling disorot selain masalah polusi. Mungkin ada yang bilang kemacaten tidak akan menjadi masalah yang besar jika masyarakat yang memiliki mobil “besar” beramai-ramai mau berpindah untuk menggunakan mobil mini ini. Selain itu, pemerintah juga berperan dengan menerapkan peraturan yang hanya memperbolehkan mobil dengan ukuran ini yang dapat masuk ke dalam kota. Atau bisa juga dengan memperkecil biaya pajak untuk mobil jenis ini dan memperbesar pajak untuk mobil-mobil milik pribadi dengan ukuran “besar”.
Akan tetapi, penambahan pemakaian mobil ini lambat laun pasti akan tetap menghasilkan masalah lalu lintas menurut saya. Salah satu yang bisa nyata di masa depan adalah jika semua pemilik sepeda motor (yang notabene lebih banyak dari pemilik mobil saat ini) beramai-ramai membeli mobil mini karena tergiur oleh harga yang cukup bersaing dan kenyamanan dalam berkendaraan. Bisa pusing liat jumlahnya. Parahnya, bahan bakar minyak (BBM) juga terancam habis lebih cepat dengan pertambahan jumlah kendaraan tersebut.
Sebagai informasi tambahan, mobil Tata Nano baru dijual di India dengan rencana produksi awal 250,000 mobil per tahun. Negara-negara lain seperti di Amerika Latin, Asia Tenggara dan Afrika akan dapat menggunakan mobil kecil dan murah ini dalam empat tahun ke depan. Jadi bagi Anda yang pengen memiliki mobil (murah) ini harus bersabar dan mulai menabung dari sekarang (seperti saya:P).
Bagi saya pribadi, mobil ini cukup “menghibur” jika mengingat harga mobil sekarang yang rata-rata masih mahal, dan juga ukuran mobil sekarang yang kurang bersahabat dengan kapasitas jalan di Indonesia.
Walaupun demikian, mobil ini masih agak jauh dari kriteria mobil yang selalu kubayang-bayangkan di masa depan, yaitu “dapat bersahabat” dengan lingkungan dalam hal bahan bakar. Kriteria ini khususnya untuk mobil-mobil pribadi yang sering digunakan sebagai alat transportasi dalam kota. Tata Nano masih menggunakan BBM.
Saya sering bermimpi mengenai implementasi mobil seperti yang diiklankan di CNN, yaitu mobil transparan berkapasitas dua orang yang menggunakan tenaga surya. Mobil mini tersebut menjadi alat transportasi dalam kota di siang hari sambil mengisi batere dari sinar matahari. Pada malam hari, mobil tersebut berperan sebagai lampu jalan. Hemat BBM, Kurangi polusi.
Kalau bisa sih, semua orang menggunakan sepeda daripada menggunakan mobil, khususnya untuk transportasi dalam radius 4-5 km. Akan lebih keren lagi kalau jalan raya di Indonesia memiliki fasilitas jalur sepeda yang bagus. Selain sehat, santai, aman dan murah, kemacetan lalu lintas juga dapat dikurangi (sambil memikirkan peluang bisnis di bidang tambal ban sepeda dan aksesoris sepeda…hehehe).
Catatan kaki: Kalau dikasih pilihan, beli sepeda motor atau mobil ini? Saya kurang tahu harga pasaran sepeda motor sekarang di Indonesia
Popularity: 26% [?]
wah… Empat Tahun ke Depan baru akan ada di Asia tenggara..
hmmm… pasti harganya juga ud gak 24 juta ya..
tapi..
benar2 suatu terobosan nih laek..
nice posting
mendingan naik mobil ini ya daripada naik motor..
makan asap nelan polusi..
harganya terjangkau juga ya 24 juta… tapi ga kebayang juga kalo masuk Indonesia.. bisa2 makin padat jalan2 itu..
ah.. biarin daripada makan asap dan minum debu??
- kecepatan maksimum 65 km/jam ???
bah lambat kali..
@Ecko: Terobosan yang masih banyak pros cons-nya Bro
@Ezron: Betul juga pra. Daripada sakit pernafasan, mending naik mobil murah ini.
@Desma: Lumayanlah Des untuk transportasi dalam kota.
Wah, kapan ya masuk ke Indonesia ???
Saya berkeinginan menjadi agen besar untuk wilayah Pulau Kalimantan. Jika ada Infromasi harap tanggapan lebih lanjut.
Adolof Oktavianus Lengkong
HP. +62 8115001484
@Mas Adolof,
Sepertinya baru akan ada di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) sekitar 4 tahun mendatang Mas.
Wah, kalau emang berminat, mungkin bisa buka web Tata Motor nya aja Mas.
http://www.tatamotors.com/
dari india 24 jt masuk indonesia kena pajak, pungutan dll jadi 60 jt. kayak notebook asus dari sononya 200$ sampai indonesia 300$-400$. viva indonesia.
kalo mau jadi importir, sepertinya bisa melihat bagaimana importir motor bajaj dapat mendatangkan motor tersebut ke indonesia. ya balik lagi masalahnya ke pajak, mungkin sampe ke indonesia harganya uda mencapai 30jt, bahkan lebih..
kapan masuk ke kota kecil??
aku mau donk beli..
buat pulang sekolah biar g panas and digangguin di jalan.kapan mobil ini masuk ke kota tegal tak tunggu yah……makacih
Klo beli ini spare part nya susah dicari nggak ya ?
Wew bangga ko sama produk luar negri!! mosok indonesia kalah sama india hmmm.. mbok produksi sendiri aja..
Mobil kayak rongsokan gitu ko di bangga in ..
-_-_-CINTA PRODUK DALAM NEGERI_-_-_
ehh ada yang tau contact person tata group ga??..gw tertarik neh mao jadi dealer dikota gw…heheh
Wah klo Tata nano masuk Indonesia bakalan laku di tangan Preman nich … alias harga 25 Jt bisa jadi 40 Jt an hehehehe
cepet-cepet dong masuknya di negara kita tercinta ini, kalo kelamaan nunggunya entar harganya naik lagi.., ini aja aku udah niat jual motor…, harganya mungkin masih 10 Jutaan, tinggal ditambah 15 juta, udah naik mobil..
murah tapi lambat………….tapi.pengen punya juga sih
agus3antos last blog post..Contoh Kartu Ucapan Lebaran
Orang pada ngomong macet gara2 tata nano, emangnya Indonesia
itu hanya Jakarta.Pokoke gw mau nabung aa..h biaar nanti kebeli.
http://en.wikipedia.org/wiki/Tata_Nano
Hmm… ngga selambat itu kok bro. Maks speednya 68 mph berarti kan 100 km lebih. Mayan lah ud bisa masuk di tol asal sebelah kiri jalan hahahahaa
mayan jg katanya bisa 20km banding 1 litre, kl jatoh2nya bisa 15 banding 1 aja ud mantepp abis tuh
Pingin punya juga tuh.
Mungil tapi modis juga tuh. Yang penting bisa jalan-2 sama anak.
Tidak kepanasan-kehujanan. Gue mo lego motor gue buat beli, masih lama gak ya…
bagaimana cara memesan di indonesia ada yang bisa dihubungi?