Perhatian !!
Gambar di samping bukan Gambar kue pie atau kue tart. Dalam waktu tiga detik, coba lihat angka berapa yang ada di dalam lingkaran yang berbentuk seperti pie atau kue tart di samping ini. Jika anda mengatakan “42″ ! Yah, benar di dalam lingkaran hijau di samping ini terdapat angka “42″. Nah, jika kita masih bisa melihat bahwa di dalam lingkaran ini terdapat angka “42″ maka kemungkinan besar (masih mungkin) bisa dikatakan kita tidak mengidap kelainan Buta Warna (Color Blind).
Gambar di samping merupakan salah satu gambar dari sekitar 40an gambar yang sering kali dijadikan sebagai instrumen penguji apakah kita termasuk buta warna atau tidak. Satu set uji yang terkenal untuk pengujian buta warna adalah “Ishihara”. Tes untuk uji buta warna dengan set uji ini dikatakan telah dapat mengindikasi apakah kita tergolong buta warna total atau buta warna partial.
Sekilas mengenai buta warna
Menurut sumber dari wikipedia, pada retina manusia normal terdapat dua jenis sel yang sensitif terhadap cahaya. Ada sel batang (rod cell) yang aktif pada cahaya rendah, kemudian ada sel kerucut (cone cell) yang aktif pada cahaya yang intensitasnya tinggi (terang). Singkat kata, sel kerucut inilah yang membuat kita dapat melihat warna-warna, membedakan warna. Menurut sumber dari wikipedia, penyakit buta warna ada yang didapat karena faktor keturunan, atau karena memang kita mengalami kelainan pada retina, saraf2 optik dan mungkin ada gangguan pada otak.
Persepsi yang salah pada masyarakat mengenai penyakit buta warna adalah, bahwa buta warna sama sekali tidak bisa melihat warna, yang ada hanyalah warna hitam putih. Persepsi ini tidak benar karena tipe buta warna yang hanya dapat melihat warna hitam dan putih adalah satu tipe dari buta warna, masih ada tipe penyakit buta warna lainnya. Seperti penyakit buta warna yang hanya dapat melihat varian warna dari percampuran Merah dan Kuning saja (dichromatic), ada yang tidak dapat membedakan warna ketika banyak warna dicampurkan, ada yang tidak dapat membedakan gradasi warna.
Satu kisah tentang buta warna yang berhasil saya kutip dari halaman http://colorvisiontesting.com/color7.htm adalah ketika ada seseorang yang waktu kecilnya dia mengatakan, “Hey Mum, look at the green cow on the grass ” (Bu, lihat sapi hijau itu yang lagi berada di rumput). Pada kasus ini, dikatakan bahwa dia tidak dapat membedakan antara warna coklat (dan variannya) dengan warna hijau.
Bagaimana penanganan penyakit Buta warna ini ?
Dari sumber yang berhasil saya cari, dikatakan bahwa penyakit ini dapat disembuhkan (meski tidak 100% kemungkinannya). Penyembuhan paling sulit apabila buta warnanya diperoleh karena keturunan.
Pada website nya times (http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,802584,00.html), seorang dokter mengatakan bahwa dia telah berhasil menyembuhkan penyakit buta warna dari beberapa pemuda, yang selanjutny memungkinkan mereka untuk lulus testing ke Angkatan Udara. Perawatan yang diberikan bermacam, ada yang memberikan suplemen vitamin A setiap hari dalam dosis tertentu, serta injeksi B-Complex, serta ada juga yang membuat terapi listrik untuk merangsang kerja otot2 mata.
Ada juga bentuk penanganan buat buta warna yang sama seperti penanganan untuk penderita miopi atau hipermetropi, menggunakan lensa.
Dampak buruk dari penyakit buta warna ini kebanyakan dirasakan saat akan melamar kerja, masuk ke suatu program studi yang memang intensif dengan warna seperti :bidang kimia, teknik, angkatan bersenjata, dokter, arsitektur.
Untuk itu, kenali sejak dini apakah anda termasuk buta warna atau tidak ? Mungkin belum telat untuk pengobatannya.
Semoga Bermanfaat,
Ecko
Popularity: 33% [?]