Andy “Kick Andy” for President of RI 2009

Interpretation, Life, Profil, Social and Politics July 29th, 2008

Disana ada yang bilang dengan sombong dan angkuhnya
“Ini waktunya Kelompok Muda. Yang tua minggir aja”,
seolah bisa memperbaiki keadaan negara ini. Betapa “kurang-ajar” nya ucapan itu.
Sudah orangnya belum punya sepak terjang dan sumbangsih yang besar dalam masyarakat, eh pintar2an ngomong en ngejek pendahulunya yang sudah jelas2 punya karya buat masyarakat. Dasar ga tau terimakasih kepada pemimpin2 sebelumnya.

Aku masih ingat dulu tahun 2004  Selanjutnya …

Laporan Kopdar Blogger SUMUT

Life July 23rd, 2008

Langit minggu itu, pastilah gak biru di mata setiap orang yang sedang terjebak dalam awan kelabu yang menjatuhkan titik-titik air. Ya, benar, namanya “H-U-J-A-N”. Hujanlah yang selalu membuat orang pesimis akan rencana-rencananya, mega mendung itulah yang membatasi kepercayaan orang setiap kali hendak melangkah, entah itu melangkah ke kebun binatang ragunan Jakarta, atau pun ke Gang Banteng tempat sebuah rencana dan satu langkah kecil untuk menjadi suatu langkah akbar akan dilakukan. Pesimis. Itulah yang timbul tiap kali hujan turun. Padahal hujan pun berkah, mengapa harus pesimis ?

Kan ada payung ? Ada jaket ? Mengapa  harus pesimis ?
Nah…. Hayo… Mengapa Harus Pesimis ?…

Kopdar Blogger Sumut

Life July 19th, 2008

Banner BloggerSUMUT

Baiklah… in about next 5 hours ..
I’ll reach Medan, may i have a safe trip, and may the KOPDAR besok berjalan dengan baik2 saja.

Wish Luck for Blogger SUMUT

Yang Asyik dari NgeBlog

Uncategorized July 17th, 2008

Tanpa diteliti lagi lewat google, aku yakin pasti ud banyak yang pernah memuat hal yang sama, membagikan kesenangan yang di dapat dari ngeBlog.

Tapi, serius, kalu ditanya apa yang membuat Aku senang ngeblog, maka jawabku:

1. Banyak hal lucu terdapat di dunia ngeblog, yang selisih dikit aja sama “konyol” masih sodara dekat dengan “gila”
2. Nge Blog merupakan Kegiatan yang baik untuk nge-throw Stress
3. Dengan ngeBlog, kita belajar memberi komentar dari yang ancur, bagus, formal, sangat nyambung, dan sangat ga nyambung.
4. Blogger itu ternyata ramah2 semuanya :D

    oke.. klu yang lainnya ditanyain hal yang sama akan jawab apa kah ??

    Menguak Rahasia Umur Panjang dari Einstein

    Ecko Punya Cerita, Interpretation, Life, Religion July 15th, 2008

    “Jangan Suka Marah-marah, ntar cepat tua”
    atau
    “Jangan Suka Stress…  ntar cepat tua loh”

    Pastinya sudah banyak orang yang merasa jenuh dengan ucapan di atas, dan menganggap ucapan-ucapan di atas hanya angin lalu, sesuatu yang usang, alias UDAH BASIII KALEE.

    Nah, bagaimana dengan kutipan ini :
    “Hati yang GEMBIRA adalah OBAT,
    tapi SEMANGAT PATAH KERINGKAN TULANG”

    Benarkah orang yang sering stress akan cepat tua dan gampang sakit ? dan sebaliknya orang yang selalu ceria akan  cepat muda, eh sori, akan awet muda meski ga pake susuk dari mendiang Mak erot (katanya baru ninggal ya ?) ? Benarkah Einstein jauh2 hari dulunya telah memberitahukan rahasia umur panjang ? Inilah yang akan menjadi jiwa dari tulisan kali ini.

    Ada penjelasan ilmiah untuk kebenaran ungkapan-ungkapan tersebut di atas. Selengkapnya

    Review Film “Hancock” - Kisah Cinta Ribuan Tahun

    Film, Life July 8th, 2008

    Sebuah benda hitam berasap mirip meteor yang terbakar karena bergesekan dengan atmosfer bumi, dari langit melesat dengan kecepatan tinggi, menukik tajam, dan akhirnya menghantam bumi dengan keras, hingga merusakkan jalanan aspal di Los Angeles.

    Benda legam berasap itu adalah …. Selanjutnya

    Satu Postingan HILANG Entah Kemana

    Uncategorized June 30th, 2008

    Pernah merasakan hal ini ?
    Satu postingan yang udah ditulis dengan penuh peluh, perjuangan, pikiran, darah, Adenosin Three Phospat, serta waktu, dan tak kalah lagi adalah dengan penuh perasaan, tiba-tiba hilang dan raup entah kemana. Heran entah apa yang membuat.

    Masalahnya menjadi makin runyam ketika post tersebut sudah sempat dibubuhi  komentar dari beberapa rekan-rekan yang membaca. Kemana harus aku pertanggungjawabkan tulisan ku yang berjudul “Anjing di Bandung dan Anjieng di Medan” itu ? Hanya termenung kesal memandangi Daftar “History” Browsingku yang masih menyimpan alamat Postingan tersebut… Seumpama seorang anak kecil yang ga dibawa ibunya untuk ikut ke pesta.

    Gak tahu kenapa bisa post tersebut hilang. Hingga titik ini pun aku tak henti2nya berkeluh dan bertanya-tanya, mencari dimana hilangnya postingan itu. Rasanya lebih sedih daripada kehilangan pasangan jiwa alias soul-mate. Semua channel informasi sudah diserahkan, tapi tak kunjung mengerti juga dimana hilangnya postingan itu, dan bagaimana postingan tersebut bisa hilang …

    Pada kesempatan ini, aku meminta maaf kepada para rekan2 yang uda sempat bubuhkan komen sebagai tanda apresiasinya buat tulisan tsb. Ada :

    1. Appara Apit
    2. Adi Gunanta
    3. Roy Dedy
    4. Aku sendiri :D
    5. Mas Rafael

    Thnx Buat apresiasiny :)

    Akibat Ketiduran

    Life June 25th, 2008

    Kotanya Balige, memang jadi tempat idaman dan menjadi dambaan bagi tiap orang. Tiap orang yang udah merasa sumpek terkungkung di bangunan-bangunan konstruksi baja bercorak batak-bali-jawa yang tertata rapi, dan banyak jumlahnya, yang menjadi trade mark nya Politeknik Informatika Del, apalagi bagi Homo Sapiens yang ada di dalam kantor dosen :) Coba saja perhatikan kasus ini :

    “Pak… Ada mobil ya ke Balige ? ”
    “yups.. ada. ”
    “Wesss.. Mantap. Okeh.. aku pesan satu bangku ya … ”
    (setelah itu lari menghambur ntah kemana2 dengan senangnya tanpa tujuan dan arah lari mau kemana, seperti kalu dulu waktu kecil diizinkan ikut belanja ke petisah sama ortu :D )

    “Bro.. boleh pinjam speda motor k balige ? ”
    “Boleh. Mau ngapain laek ? ”
    “Mau jalan-jalan”
    (sambil senyum2… membayangkan makanan2 di pertokoan sepanjang jalan S.M Raja Balige)

    Nah…. intinya, kota dari Kabupaten Tobasa yang baru dimekarkan dari Kabupaten Taput sekitar 8 tahun lalu (CMIIW) ini sampai saat ini adalah seumpama SURGA terdekat yang bisa digapai, karena satu2nya tempat terbaik disini yang bisa dicapai dalam waktu 15-20 menit dari kampus. Setelahnya adalah Tarutung, sekitar 1 Jam dari Kampus, dan setelah itu ada Jakarta(Kota Biadab kata si Okta) , Siantar yang terkenal dengan Surga Pangsit dan Roti Ganda nya, bisa dicapai dalam waktu 2 jam, klu mau plus doa khusyuk selama naik mobil yang kencangnya setengah ampun, bisalah dicapai dalam waktu 1,5 Jam. Nah, kemudian itu adalah Medan, sekitar 4.5 - 5 jam lamanya dari Kampus. Yah itu dia Medan dengan Sun Plaza-nya, MF Plaza-nya (MF = Medan Fair Plaza, bukan Moth?r F?cker plaza yah.. ;) ), kemudian ditambah lagi Grand Paladium-nya, plus gedung2 pencakar langit-nya yang lebih tinggi dari layang-layangan yang pernah bisa aku terbangkan semasa kecil dulu, dan tidak lupa dengan preman-preman nya :D.

    Nah, Satu hal yang aku tahu, mendapatkan sesuatu hal yang sebenarnya baik namun tidak pada tempatnya dan tidak pada waktunya, sama saja ga berguna. Misalnya waktu kita lagi Ngantuk, tapi diajak ke Sun Plaza, kan ga guna juga tuh. atau misalnya nih, semua orang tahu bahwa minum banyak air itu baik untuk kesehatan, tapi kalau lagi kebelet di pipis saat semua toilet jauh, minum banyak air Slanjutnya …

    Bergeming …

    Uncategorized June 19th, 2008

    Haha.. I am nearly … fall .. in this Fall.
    Just like this picture on the left, The Falling leaves in a Fall Season, forming a shape that everyone can recognize well :)
    Tadi, sebuah testimonial nyasar secara sengaja dan penuh intimidasi langsung ke pusat permasalahan di Home FS-ku.

    Kira2 begini bunyinya :D

    “Ko.. ud berhasilkah kau membuatnya bergeming ? “

    Maka kujawab demikian:

    Iya, aku ud berhasil membuatnya bergeming.
    Kemarin, Matanya melotot menahan marah, itu bergeming juga kan ?
    Trus, kakinya menghentak2 ke tanah karena kesal dikerjain kayak kuda lagi sesak pipis :D
    Tapi pagi ini sekitar 30 menit, Semakin banyak yang bergeming
    Rambutnya pasti bergeming,
    Sepasang bibirnya pasti bergeming komat-kamit ngomong di telepon,
    Giginya dan rahang2nya pasti bergeser sekitar 0.000000000001 nanometer karena setengah jam lebih capek berbantah, dan berbahak dengan aku.
    Tapi, kalau hatinya ?

    gak berani aku buat bergeming hatinya.
    Loh.. Knapa ?
    Karena klu nanti hatinya bergeming dan jatuh ke satu tempat, karena terlalu sering aku geming-kan, kan bahaya nanti tuh ?
    Kenapa bahaya ?
    Ya iyalah, aku belum siap untuk menjadi landasan empuk kalau nanti hatinya yang rapuh itu jatuh karena kubuat bergeming. Coba saja bayangkan kalu nanti hati rapuhnya itu jatuh karena terlalu banyak kubuat bergeming, trus jatuh di bantalan yang ga empuk, pasti sakit kan ? :)

    So, intinya ???

    I’m not ready …. (yet)

    Smoga gemingan-gemingan sumringah yang tercipta dari setiap lelucon dan segala cakap-cakap konyolku sudah cukup membuatnya …..

    Runtuhnya Idealisme Si Violis dalam 1 menit

    Life, Music June 18th, 2008

    Bandung,
    perempatan Dipati Ukur, tak tau hari kapan, tapi sepertinya bukan terang hari, tapi malam hari. Hanya sekitar 1 menit menunggu lampu merah berubah hijau, namun dampaknya berlangsung hingga saat ini.

    Dalam perjalanan pulang ke kosan habis selesai latihan musik di sebuah gereja di Bandung. Dari atas angkot yang kutumpangi, di perempatan sambil menunggu lampu jalan menunjukkan hijau, mataku terpaku ke seorang anak jalanan mungkin masih berumur 9 atau 10 tahun, yang lagi asik bermain musik dengan temannya sambil berteduh dari gerimis di bawah atap sebuah mini market, mungkin Circle K namanya. Dari jarak sekitar 20 meter dari tempat dudukku ini, meski di luar masih diliputi suara gerimis saat itu, aku masih bisa mendengar lagu apa yang mereka mainkan.

    Eh, tapi tunggu dulu, bukankah alat musik yang dimainkan anak kecil itu sama seperti yang ada dalam wadah petak mirip peti yang sedang aku usung-usung sekarang ini ? Iya ! Itu Biola kan ? Pertanyaan itu terjadi tak lama, hanya sepersejuta detik, dan sangat sesuai fakta yang mengatakan bahwa ada jutaan operasi logika terjadi di otak dalam setiap detiknya, maka di detik berikutnya aku pun dibawa secara liar ke penilaian sombongku akan nilai klasik dari Biola,The Queen of Music itu.

    Aku yang selama ini membawa2 kemanapun aku pergi suatu idealisme mengenai nilai dari sebuah biola yang harusnya dijunjung tinggi, hanya buat kalangan atas, hingga seharusnya ga dimainkan di sembarang tempat, dan gak dimainkan oleh orang2 jalanan, hanya dalam waktu kurang dari semenit, menyadari bahwa betapa congkaknya aku selama ini dengan pandangan salah yang aku bawa-bawa kemanapun mengenai biola.

    Dalam waktu kurang semenit itu pula aku meruntuhkan idealisme salah ini, dan membangun kembali dasar pemikiran yang lebih humble mengenai biola serta alat musik klasik lainnya. Aku membangun dalam ruang pikirku bahwa aku dan anak kecil itu sama aja. Kami sama-sama violis. Kami sama-sama senang dan mencintai Ratu Musik itu, biola. Kami sama dengan pebiola yang mungkin saat ini sedang ngamen di jalanan Groningen, atau di jalanan New York sana, dan juga ga jauh beda dengan seorang peniup trombon yang kali ini lagi mangkal di bawah Menara Eiffel, atau di samping Manequin Piss, atau di samping Patung Romeo n Juliet untuk ngedapetin dana buat backpack travelling, seperti yang dilakukan Arai dan Ikal dalam cerita EDENSOR (Tetralogi Laskar Pelangi), yang meski mengharapkan sedikit duit tapi tetap tidak mengorbankan apresiasinya terhadap seni, tidak kehilangan kecintaan, penghayatan dan nikmat dari seni yang mereka usung.

    Sayangnya, lampu jalan menunjukkan warna hijau, angkot kami melaju lagi, tapi aku sangat bersyukur atas perenungan singkat ini, yang hanya kurang semenit telah mengubah cara pandangku tentang nilai aristokratik yang terkandung dalam setiap alat musik yang termasuk pada anggota orkestrasi klasik. Selain itu satu yang paling aku sadari dari perenungan tak sampai semenit itu adalah :
    Mengamen ya tetap mengamen, ga peduli dimanapun itu. Mengamen di sudut kota Paris, Itali, Venezia, Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, di Perempatan Dipati Ukur, Harrison Street, Amplas, Pinang Baris, Padang Bulan, yah sama saja…

    What A Colorful World I Think :)