Satu Postingan HILANG Entah Kemana

Uncategorized June 30th, 2008

Pernah merasakan hal ini ?
Satu postingan yang udah ditulis dengan penuh peluh, perjuangan, pikiran, darah, Adenosin Three Phospat, serta waktu, dan tak kalah lagi adalah dengan penuh perasaan, tiba-tiba hilang dan raup entah kemana. Heran entah apa yang membuat.

Masalahnya menjadi makin runyam ketika post tersebut sudah sempat dibubuhi  komentar dari beberapa rekan-rekan yang membaca. Kemana harus aku pertanggungjawabkan tulisan ku yang berjudul “Anjing di Bandung dan Anjieng di Medan” itu ? Hanya termenung kesal memandangi Daftar “History” Browsingku yang masih menyimpan alamat Postingan tersebut… Seumpama seorang anak kecil yang ga dibawa ibunya untuk ikut ke pesta.

Gak tahu kenapa bisa post tersebut hilang. Hingga titik ini pun aku tak henti2nya berkeluh dan bertanya-tanya, mencari dimana hilangnya postingan itu. Rasanya lebih sedih daripada kehilangan pasangan jiwa alias soul-mate. Semua channel informasi sudah diserahkan, tapi tak kunjung mengerti juga dimana hilangnya postingan itu, dan bagaimana postingan tersebut bisa hilang …

Pada kesempatan ini, aku meminta maaf kepada para rekan2 yang uda sempat bubuhkan komen sebagai tanda apresiasinya buat tulisan tsb. Ada :

  1. Appara Apit
  2. Adi Gunanta
  3. Roy Dedy
  4. Aku sendiri :D
  5. Mas Rafael

Thnx Buat apresiasiny :)

Akibat Ketiduran

Life June 25th, 2008

Kotanya Balige, memang jadi tempat idaman dan menjadi dambaan bagi tiap orang. Tiap orang yang udah merasa sumpek terkungkung di bangunan-bangunan konstruksi baja bercorak batak-bali-jawa yang tertata rapi, dan banyak jumlahnya, yang menjadi trade mark nya Politeknik Informatika Del, apalagi bagi Homo Sapiens yang ada di dalam kantor dosen :) Coba saja perhatikan kasus ini :

“Pak… Ada mobil ya ke Balige ? ”
“yups.. ada. ”
“Wesss.. Mantap. Okeh.. aku pesan satu bangku ya … ”
(setelah itu lari menghambur ntah kemana2 dengan senangnya tanpa tujuan dan arah lari mau kemana, seperti kalu dulu waktu kecil diizinkan ikut belanja ke petisah sama ortu :D )

“Bro.. boleh pinjam speda motor k balige ? ”
“Boleh. Mau ngapain laek ? ”
“Mau jalan-jalan”
(sambil senyum2… membayangkan makanan2 di pertokoan sepanjang jalan S.M Raja Balige)

Nah…. intinya, kota dari Kabupaten Tobasa yang baru dimekarkan dari Kabupaten Taput sekitar 8 tahun lalu (CMIIW) ini sampai saat ini adalah seumpama SURGA terdekat yang bisa digapai, karena satu2nya tempat terbaik disini yang bisa dicapai dalam waktu 15-20 menit dari kampus. Setelahnya adalah Tarutung, sekitar 1 Jam dari Kampus, dan setelah itu ada Jakarta(Kota Biadab kata si Okta) , Siantar yang terkenal dengan Surga Pangsit dan Roti Ganda nya, bisa dicapai dalam waktu 2 jam, klu mau plus doa khusyuk selama naik mobil yang kencangnya setengah ampun, bisalah dicapai dalam waktu 1,5 Jam. Nah, kemudian itu adalah Medan, sekitar 4.5 - 5 jam lamanya dari Kampus. Yah itu dia Medan dengan Sun Plaza-nya, MF Plaza-nya (MF = Medan Fair Plaza, bukan Moth?r F?cker plaza yah.. ;) ), kemudian ditambah lagi Grand Paladium-nya, plus gedung2 pencakar langit-nya yang lebih tinggi dari layang-layangan yang pernah bisa aku terbangkan semasa kecil dulu, dan tidak lupa dengan preman-preman nya :D.

Nah, Satu hal yang aku tahu, mendapatkan sesuatu hal yang sebenarnya baik namun tidak pada tempatnya dan tidak pada waktunya, sama saja ga berguna. Misalnya waktu kita lagi Ngantuk, tapi diajak ke Sun Plaza, kan ga guna juga tuh. atau misalnya nih, semua orang tahu bahwa minum banyak air itu baik untuk kesehatan, tapi kalau lagi kebelet di pipis saat semua toilet jauh, minum banyak air Slanjutnya …

Bergeming …

Uncategorized June 19th, 2008

Haha.. I am nearly … fall .. in this Fall.
Just like this picture on the left, The Falling leaves in a Fall Season, forming a shape that everyone can recognize well :)
Tadi, sebuah testimonial nyasar secara sengaja dan penuh intimidasi langsung ke pusat permasalahan di Home FS-ku.

Kira2 begini bunyinya :D

“Ko.. ud berhasilkah kau membuatnya bergeming ? “

Maka kujawab demikian:

Iya, aku ud berhasil membuatnya bergeming.
Kemarin, Matanya melotot menahan marah, itu bergeming juga kan ?
Trus, kakinya menghentak2 ke tanah karena kesal dikerjain kayak kuda lagi sesak pipis :D
Tapi pagi ini sekitar 30 menit, Semakin banyak yang bergeming
Rambutnya pasti bergeming,
Sepasang bibirnya pasti bergeming komat-kamit ngomong di telepon,
Giginya dan rahang2nya pasti bergeser sekitar 0.000000000001 nanometer karena setengah jam lebih capek berbantah, dan berbahak dengan aku.
Tapi, kalau hatinya ?

gak berani aku buat bergeming hatinya.
Loh.. Knapa ?
Karena klu nanti hatinya bergeming dan jatuh ke satu tempat, karena terlalu sering aku geming-kan, kan bahaya nanti tuh ?
Kenapa bahaya ?
Ya iyalah, aku belum siap untuk menjadi landasan empuk kalau nanti hatinya yang rapuh itu jatuh karena kubuat bergeming. Coba saja bayangkan kalu nanti hati rapuhnya itu jatuh karena terlalu banyak kubuat bergeming, trus jatuh di bantalan yang ga empuk, pasti sakit kan ? :)

So, intinya ???

I’m not ready …. (yet)

Smoga gemingan-gemingan sumringah yang tercipta dari setiap lelucon dan segala cakap-cakap konyolku sudah cukup membuatnya …..

Runtuhnya Idealisme Si Violis dalam 1 menit

Life, Music June 18th, 2008

Bandung,
perempatan Dipati Ukur, tak tau hari kapan, tapi sepertinya bukan terang hari, tapi malam hari. Hanya sekitar 1 menit menunggu lampu merah berubah hijau, namun dampaknya berlangsung hingga saat ini.

Dalam perjalanan pulang ke kosan habis selesai latihan musik di sebuah gereja di Bandung. Dari atas angkot yang kutumpangi, di perempatan sambil menunggu lampu jalan menunjukkan hijau, mataku terpaku ke seorang anak jalanan mungkin masih berumur 9 atau 10 tahun, yang lagi asik bermain musik dengan temannya sambil berteduh dari gerimis di bawah atap sebuah mini market, mungkin Circle K namanya. Dari jarak sekitar 20 meter dari tempat dudukku ini, meski di luar masih diliputi suara gerimis saat itu, aku masih bisa mendengar lagu apa yang mereka mainkan.

Eh, tapi tunggu dulu, bukankah alat musik yang dimainkan anak kecil itu sama seperti yang ada dalam wadah petak mirip peti yang sedang aku usung-usung sekarang ini ? Iya ! Itu Biola kan ? Pertanyaan itu terjadi tak lama, hanya sepersejuta detik, dan sangat sesuai fakta yang mengatakan bahwa ada jutaan operasi logika terjadi di otak dalam setiap detiknya, maka di detik berikutnya aku pun dibawa secara liar ke penilaian sombongku akan nilai klasik dari Biola,The Queen of Music itu.

Aku yang selama ini membawa2 kemanapun aku pergi suatu idealisme mengenai nilai dari sebuah biola yang harusnya dijunjung tinggi, hanya buat kalangan atas, hingga seharusnya ga dimainkan di sembarang tempat, dan gak dimainkan oleh orang2 jalanan, hanya dalam waktu kurang dari semenit, menyadari bahwa betapa congkaknya aku selama ini dengan pandangan salah yang aku bawa-bawa kemanapun mengenai biola.

Dalam waktu kurang semenit itu pula aku meruntuhkan idealisme salah ini, dan membangun kembali dasar pemikiran yang lebih humble mengenai biola serta alat musik klasik lainnya. Aku membangun dalam ruang pikirku bahwa aku dan anak kecil itu sama aja. Kami sama-sama violis. Kami sama-sama senang dan mencintai Ratu Musik itu, biola. Kami sama dengan pebiola yang mungkin saat ini sedang ngamen di jalanan Groningen, atau di jalanan New York sana, dan juga ga jauh beda dengan seorang peniup trombon yang kali ini lagi mangkal di bawah Menara Eiffel, atau di samping Manequin Piss, atau di samping Patung Romeo n Juliet untuk ngedapetin dana buat backpack travelling, seperti yang dilakukan Arai dan Ikal dalam cerita EDENSOR (Tetralogi Laskar Pelangi), yang meski mengharapkan sedikit duit tapi tetap tidak mengorbankan apresiasinya terhadap seni, tidak kehilangan kecintaan, penghayatan dan nikmat dari seni yang mereka usung.

Sayangnya, lampu jalan menunjukkan warna hijau, angkot kami melaju lagi, tapi aku sangat bersyukur atas perenungan singkat ini, yang hanya kurang semenit telah mengubah cara pandangku tentang nilai aristokratik yang terkandung dalam setiap alat musik yang termasuk pada anggota orkestrasi klasik. Selain itu satu yang paling aku sadari dari perenungan tak sampai semenit itu adalah :
Mengamen ya tetap mengamen, ga peduli dimanapun itu. Mengamen di sudut kota Paris, Itali, Venezia, Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, di Perempatan Dipati Ukur, Harrison Street, Amplas, Pinang Baris, Padang Bulan, yah sama saja…

What A Colorful World I Think :)

. . . . . . . . .

Uncategorized June 15th, 2008

…………….

……………….

…..

..

Nga salpu be i …
(ps: seperti kerjaan waktu SD dulu loh…
isilah titik-titik di atas dengan semua yang pernah aku bilang …)

Di sebuah warnet di Depan BIP

Uncategorized May 27th, 2008

Berkerudung orange, kecil sekali dia. Mengenakan sandal jepit, bajunya kaos oblong, kumal sekali bahkan, mungkin uda beberapa hari gak mandi, atau bahkan gak makan. Datang di hadapanku sekonyong-konyong, dengan menyodorkan sebuah tabung kecil warna dasarnya putih, matanya sayu , tapi dari bibirnya hanya terbentuk sedikit lengkung. Aku tau artinya itu apa, dan semua orang yang baca ini juga tau itu artinya apa. Tapi… “tau” ku itu tak hanya sedangkal yang sebelumnya. Tidak sedangkal sebelum aku baru saja membaca artikel yang benar-benar mengusik sisi ENFP ku,  “Di Indonesia ada orang terkaya di Asia Tenggara - Bakrie”, “Jutaan anak terancam putus sekolah”, “BLT hanya cukup untuk 3 hari”, “BLT tidak dibagikan dengan merata”, “Mahasiswa Demo di UKI, UNHAS, UNAS, de el el”, “Jutaan bururh terancam PHK”, hmmm…
Bisa saja aku mengatakan…

“Hmm.. Whose cares ???”

Termasuk kepada seorang adik kecil berkerudung oranye yang sama sekali gak matching dengan kaos oblong kuning kumalnya yang kumalnya menyamai kotak duit recehnya yang disodorkannya di hadapan lesehan tempat aku berinternet, dan tidak jauh kumalnya dengan badannya juga.

Whose care ???

Akhirnya Whose Care ku pun benar2 hilang seketika.  Ketika pemerintah juga gak merasa bahwa kehidupan Fakir Miskin dan Anak Terlantar di tengah2 naiknya BBM ini adalah “His/Her/Their Care”, maka aku pun memutuskan untuk tidak meniru pemerintah yang lari dari tanggung jawabnya itu. Aku memutuskan untuk memutuskan untuk membantu pemerintah untuk mensubsidi mereka (ceileee… subsidi… ??? ya iyalah .. ntah berapa pun jumlahnya pokoknya aku mencoba ga tutup mata untuk hal itu).

Akhirnya aku memutuskan untuk menjatuhkan sesuatu di kotak kecilnya itu.

“Semoga bisa dipake buat beli permen ya dek, atau beli roti, atau apa lah … :)”
memang… tidak kuucapkan kepadanya, tapi hanya kuucapkan dalam hatiku. Lantas aku lanjutkan lagi,

” Doain ya dek, Nanti kalu aku jadi orang terkaya di Asia Tenggara melebihi Bakrie, kubagikan pun semua uang aku itu untuk kesejahteraan orang banyak, terutama untuk yang sepertimu :)”

SEKIAN

Beautiful Mind

Film, Interpretation May 12th, 2008

nobelprize.org“Ya.. Saya Gila”,

jawabnya dengan pasti dan jujur kepada panitia pemberi nobel tersebut, dengan suara lemahnya yang hampir seperti berbisik, bergetar dan badannya yang selalu bergetar juga sambil sedikit membungkuk ke arah meja. Setelah dia menyatakan itu seorang ilmuwan yang duduk di meja sebelah Nash duduk, meletakkan pena mahalnya –mungkin berlapis emas, dan seketika itu pula perasaan Nash (yang diperankan Russel Crowe) seperti bangga berbalutkan rasa khawatir, apakah ini adalah delusi lain ? Oh, tidak, ini bukan delusi kegilaanku yang lain. Mengapa ? Karena segera setelah itu, tak sampai sedetik rentangnya, ilmuwan besar lainnya yang ada di ruangan tempat para professor di Princeton itu berkumpul pun menaruh pena berharganya di atas meja tempat Nash dan panitia pemberi Nobel itu duduk sambil membungkuk, mengucap kata “Congrate”, berikutnya ada dua, tiga, dan akhirnya semua pengisi ruangan itu yang merupakan professor-professor besar di Princeton meletakkan pena mereka di meja kecil bundar tempat Nash, cangkir tehnya, dan tatakannya berada.

Tradisi peletakan pena berharga itu sepertinya adalah tradisi di Princeton yang berarti tanda penghormatan tertinggi bagi ilmuwan yang berhasil mendapat penghargaan tertinggi di bidang ilmu, yakni “NOBEL”. Tapi, mengapa harus “Nash” yang gila itu yang mendapatkan Nobel. Mengapa harus Nash yang memiliki kegilaan akan halusinasi tingkat tinggi yang selalu berhadapan dengan teman2 ilusinya itu yang mendapat nobel. Baca Selanjutnya

Naruto 399 will not air this week

Naruto May 2nd, 2008

For those who wait for Naruto 399, this could be a good bad news. Naruto 399 and all other mangas will not be aired/published this week, for this week is GOLDEN WEEK for Japanese. :(

So sad :(

Tanggal 9 May 2008 barulah Naruto 399 dan manga lainnya akan keluar.. hmmm

Happy Waiting

source:

NARUTO-XX BLOGSPOT

updated: **sori telat updatenya… naruto 399nya ud keluar… dimana keluarnya cari aja sendiri :P
(phewww… naruto yang ceritanya makin lama makin diulur2 udh hampir kayak film sinetron indonesia, atau telenovela maria mercedes :( … )

Game Klasik Dos - Abandonware

Web/Tech April 30th, 2008

Classic Dos Game, Abandonware, atau apapun itu namanya, layaknya seperti musik klasik, meski usang tapi tetap aja ada yang kangen akan game2 klasik ini.

Diantara game-game klasik yang populer dulu adalah:
Mario Bros, Sonic, Raptor, King Quest, Leisure Suit Larry, Police Quest, Full Throttle, The Sims, dan ternyata… banyak sekali saudara2 :D, masih ada lagi Street Fighter, Fatal Fury, Virtua Fighter, Mortal Kombat, Sango, Samurai Spirit, WolfEinstein, Doom, Hexen, … hmmm… Ternyata memang banyak… hmpfffrrrr

Memainkan game-game ini mengingatkan setiap orang (minimal Saya sendiri ;P ) pada kenangan tahun 90-an waktu komputer-komputer masih komputer jangkrik dan Saya menghabiskan waktu banyak di rental Padang Bulan hanya untuk main game ini :D Dimana warna-warna yang dihadirkan pada game ini masih sederhana sekali, masih 256  warna, suara2 nya juga masih sangat sederhana, tapi tetap aja suasana  “fun” yang diberikan ga kalah jauh dari game-game modern sekarang seperti DoTA :)

Nah, langsung aja nih ke intinya, sebenarnya lewat artikel ini Saya mau membagikan bagi siapa saja yang membaca, sebuah link ke web yang menyediakan game-game tersebut secara cuma-cuma, tanpa ada perlu registrasi, tanpa perlu bayar, bisa didonlot pake Download Accelerator, pokoknya ga neko-neko.

Silkahkan buka situs:

http://www.abandonware-paradise.org/

Situs tersebut disajikan dalam bahasa prancis. So ??? gimana tuh ?? Jangan ragu, webmasternya menyediakan pilihan layanan bahasa Inggris kok. Nah, semoga postingan ini berguna bagi gamer2 klasik di belantara maya ini :)

Pilih Mana, Yahoo Mail atau Google Mail ?

Interpretation, Web/Tech April 29th, 2008

Ketika disuruh memilih antara dua layanan webmail terbesar dan gratis di atas, mungkin akan sulit bagi kita untuk menentukan pilihan. Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing, yang tentunya sangat mengagumkan, dengan segala kemutakhirannya.

Sebut saja Google Mail, lebih dikenal dengan GMAIL, dibaca ‘ji-meil’ dan bukan ‘gay-meil’ ( haha… kalu sempat GMAIL dibaca dengan cara kedua , pasti banyak yang jadi ‘irritated ‘dengan gaymailnya tsb :D ), merupakan pelopor pertama penyedia layanan mail dengan kapasitas mail sampai ke 1GB, yang dengan bangga menampilkan slogannya “Mengapa harus mendelete mail ? ” ketika kita ingin menghapus mail.

Saya masih bisa ingat bahwa dulu ketika kita ingin dapat akun mail di GMail harus dapat invitation dulu, yah … setiap pemilik akun GMAIL setiap minggunya dapat jatah meng-invite sebanyak 5-6 orang. Nah, keunggulan GMail ini adalah tidak banyak iklan yang muncul, tampilannya plain saja, tanpa banyak neko-neko, yang secara teoritis otomatis akan menghemat bandwidth, alias lebih ‘cepat’, itulah yang ‘katanya’ menjadi keunggulan GMail, nilai plus lagi layanan ini adalah yang pertama kali mempopulerkan penggunaan AJAX (yang katanya meminimasi Server Process alias package submission.. which is ‘very very cool’ at that moment).

Namun ada satu hal yang membuat kesal dari Google. Dan itulah yang membuat Saya akhirnya nyaris meninggalkan layanan mail ini. Apa tuh ??? Nah itu dia, proses autentikasi ketika kita mau sign-in ke akun kita, sangat lama. Tidak usah berbicara autentikasi dulu, bahkan untuk membuka halaman autentikasinya saja (mail.google.com), lamanya minta ampun wakkkkk……. :((

Bagi netter dengan bandwidth kecil di Indonesia sepertinya ini akan menjadi hambatan. Tiga hari ini, dikarenakan bandwidth yang ’sempit’ serta ‘ketat’ persaingan, saya sering sekali mendapat pesan “Try Again” dari Firefox. Pfff ARgh!@#!@#!@#….. inilah yang menjadi alasan mengapa Saya nyaris memutuskan hengkang dari GMail (kayaknya kerja di GMail aja kok pake hengkang segala :P ).

Baik, sekarang ada Yahoo Mail. Baca Selanjutnya….