Pemerkosaan Bahasa Indonesia 'Secara'
Powered by MaxBlogPress 

Jan 26 2008

Separator Busway Makan Korban (lagi)

Oleh Ezron Sinaga at 16:58 under Uncategorized

Sudah baca berita dari detikcom mengenai pengendara motor yang menabrak separator busway? Menyeramkan memang. Abis nabrak, motornya terseret, dan terbakar.

Pagi itu sebenarnya aku pengen langsung buat postingan, tapi memang karena sedang mepet waktunya, jadi engga selesai-selesai. Memang beberapa kali aku membaca berita banyaknya kecelakaan kendaraan bermotor akibat separator busway.

Aku seakan harus berkomentar, karena memang pagi itu seperti biasa aku pergi kantor dan dalam benakku akan sebentar aja di perjalanan karena tinggal lurus aja. Tapi pagi itu setelah melewati gedung BPK Pusat, kok tumben ada macet? aku heran juga… tapi ga masalah.. selap-selip aja yang kulakukan.

Aku melihat ada banyak polisi, dan ada sepeda motor di jalur busway yang kok banyak debunya? dan debunya hitam. Ternyata aku baru tau kalo motornya terbakar setelah terseret menabrak separator. Ya ampun.. seramnya…

Aku teringat pengalamanku yang beberapa kali nyaris menabrak separator busway, yang kadang-kadang membuatku merinding sendiri. Aku melihat banyak komentar orang-orang yang mengatakan, “sepeda motor memang gila.. udah tau jalurnya di kiri dan nyalain lampu.. eh kok bisa sampai ke jalur busway…. ya wajar aja terjadi gitu.”

Aku sering gerah mendengar tanggapan seperti itu, apalagi kalau dari kalangan pembawa mobil. Memang betul, motor seharusnya di jalur kiri dan menyalakan lampu. Trus, kalo bis berhenti, motornya berhenti juga?? kalo mobil yang di kanan itu mau ke jalur kiri, kita ikutan ke belakangnya??

Gerah juga… emang enak naik motor nyedot debu, panas-panas? emang enak nyelip di antara mobil dan bis? kalo mobilnya kena, paling lecet.. tapi klo motor kena senggol mobil??? ya lecet juga (tulang kering, wajah, tangan, kepala).

Terus klo diperhatiin secara serius, jalan ada misalkan 3 jalur: kiri, tengah dan kanan.
Pertanyaan:
1. Jalur mana yang paling jelek? banyak lubang? banyak paku?? : jalur kiriii…………
2. Jalur mana yang paling bagus? kalo ada pengaspalan ulang , jalur tersebut didahulukan??: jalur kanan dan tengah…….

Aku baca komentar di detik, sang biker bilang: sama-sama bayar pajak kok seperti ada diskriminasi? Hmm.. iya juga.. tiap bulan dipotong pajak penghasilan. Belanja di supermarket kena pajak. Makan di restoran, kena pajak. Beli di warung? juga udah terakumulasi pajak pertambahan nilai, sehingga harganya jadi lebih mahal.

Ah, aku jadi emosi aja ngeliat mobil-mobil yang berseliweran tersebut. Kalo diliat ke dalam, isinya paling cuma 2 orang. Bahkan sering 1 orang. Terus sang biker yang ada di belakangnya dengan santai menyedot asapnya.

Mobil ga tau diri juga tuh… udah ada jalur cepat.. jalur khusus mobil. (jalur khusus motor ada?? yahhh paling trotoar pejalan kaki yang kerap kali diembat demi mempercepat sampai ke tujuan).

Oleh sebab itu aku berpikir: memang banyak pengendara motor yang kadang sesukanya masuk jalur kiri, terus kanan, masuk tengah, kiri lagi, balik ke kanan, tergantung kekosongan kendaraan (aku juga sering begitu). Tapi kan ga semua. Jadi aku gerah setiap kali ada generalisasi yang mengatakan: “memang biker itu udah gila.” Kecuali hal tersebut keluar dari sang biker juga.

Kalo untuk Separator busway yang sering menjadi penyebab kecelakaan, pandanglah itu sebagai kecelakaan. Memang banyak kok potongan separator yang ga ada tanda-tandanya. Jadi sangat membahayakan kendaraan lain (tidak hanya motor, mobil pun pernah terbalik akibat separator busway), apalagi di malam hari.

Intinya: berhati-hatilah, sekali lagi berhati-hatilah. Ga usah repot cari siapa yang salah.. just be careful..

Popularity: 11% [?]


Posting yang berhubungan: (otomatis digenerate)

4 Responses to “Separator Busway Makan Korban (lagi)”

  1. joiceon 28 Jan 2008 at 21:07
    Gravatar

    ducH…turut prihatin ya bang…
    tapi mau gimana lagi? :-)

    sabar2 aDja ya bang sampai suatu saat nanti abang bisa punya mobil sendiri dan ga harus nyedot asap lagi…

    hehehe….

  2. rodedon 28 Jan 2008 at 21:57
    Gravatar

    Sabar, pra..Jangan kau pukulkan orang itu.
    Bukannya apa, dikeroyok pula kau nanti:P

  3. Eckoon 08 Feb 2008 at 20:31
    Gravatar

    bah bro…
    kok hampir sama dengan kisah yang aku liat tepat di depan mata aku waktu ngantar iyos.
    emang sih waktu itu lagi malam, motornya kencang banget, eh dia ga liat ada separator, dan motornya aku liat ngeluarin percikan api, n ga tau lah nasib orangnya.

    hmm emang bahaya sih… kayak perlu regulasi lagi tuh

  4. Gloriaon 15 Feb 2008 at 16:42
    Gravatar

    Hm.. Bener juga yah ban.. padahal selama ini aku paling sebel sama pengendara yang ambil “jatah” pejalan kaki. Kadang2 aku umpat.. Tapi mungkin mereka juga buru2..hmmmm…

    Tapi satu saranku sama kalian pengendara motor itu, ban kasihanilah kami pejalan kaki :D.
    Karna biasanya kalo pejalan kaki mo nyebrang, lebih toleran yang punya mobil dari pada pengendara motor..

    Bah.. udah lari pokok bahasan.. topiknya busway kan yah.. hihihihi… Gpp lah.. masih nyambung juga :D

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply


Since Sept, 02 2008


FireStats icon Powered by FireStats