Rencana LASIK MATA? Apa itu LASIK
Powered by MaxBlogPress 

Feb 21 2008

Pemadaman Listrik Oleh PLN

Oleh Ezron Sinaga at 9:17 under General, Keluh-Kesah

Aku teringat kota Medan kalau membahas pemadaman listrik oleh PLN, yang merupakan perusahaan satu-satunya yang menangani supply listrik di negara ini. Di awal-awal mengalami pemadaman listrik, perasaan tidak begitu marah, dengan pikiran: “biasalah, siapa tau ada kerusakan.” Ups.. tapi ternyata pemadaman berlangsung setiap hari. Wuih.. perasaan jadi sangat marah, ga terima karena alat-alat elektronik jadi rusak, kenyamanan di rumah berkurang drastis. Sampai akhirnya pemadaman listrik jadi hal yang biasa sebab sudah sejak dari tahun 2005 sampai sekarang hal tersebut masih berlanjut. Alhasil jadi sewot dengan PLN.

Aku juga teringat kota kelahiranku, Takengon yang juga lazim dengan mati listrik. Setiap hari dari pukul 23.30 sampai 06.00 listrik akan dipadamkan kecuali untuk Rumah Sakit dan tempat lain yang dianggap krusial.

Waktu aku ke Balikpapan, oh my God, hal yang sama terjadi. Aku disambut dengan padamnya listrik. Aku pikir awalnya hanya sebagai kasuistik, yang mungkin saja terjadi sewaktu-waktu. Sorenya aku ngobrol dengan salah seorang pegawai Jamsostek, dan beliau bilang,” hal ini sudah terjadi selama dua tahun… ” Gila.. mengerikan sekali negara ini. Ada apa dengan PLN?

Pagi ini aku buka detik.com, aku ngeliat ada berita yang memuat bahwa akan ada pemadaman listrik di Jakarta - Tangerang sejak Rabu, 20 Feb 2008 sampai 26 Feb 2008. Masih untung karena waktunya jelas. Namun, aku jujur merasa heran kenapa bangsa kita mengalami krisis listrik yang mengerikan?

Aku membaca komentar di Detikcom oleh “PLN Mania”, yang isinya begini:

PLN Mania, Begini ya teman-teman, PLN itu aset sangat strategis bagi bangsa kita. Siapa yang bisa menguasai PLN akan bisa “mengendalikan negara”. Coba bayangkan, kalau karyawan PLN mogok ngak mau menghidupkan listrik, tumbanglah pemerintah ini. Karena yang bisa mengoperasikan PLN hanya dia saja. Swasta tidak mampu. Sekarang kondisinya sedang dirundung duka karena tidak mampu memasok bahan bakar secara mencukupi. Ini adalah ulah pemerintah yang lebih senang menjual gas ke luar negeri dengan harga sangat-sangat murah.

Di sisi lain PLN disuruh dan dipaksa menggunakan minyak yang harganya melonjak sebagai bahan bakarnya. PLN minta kepada pemerintah agar bisa membeli gas (walaupun harus dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang diobral pemerintah ke asing) tetapi pemerintah tidak mau. Alhasil PLN kurang efisien. Pemerintah berselingkuh dengan asing dan tidak memperhatikan rakyat sendiri melalui penjualan gas ke asing dan melarang PLN membelinya. Inilah pemerintah kita yang pro asing tidak pro rakyat. Pemerintah punya agenda jahat kepada PLN agar PLN dipecah, mirip dg pertamina dulu, ada hulu hilirnya, yaitu dengan “swastanisasi” tidak utuh. Bagian hulu akan dikasih ke swasta, PLN kemungkinan kedapetan bagian jaringan (kabel listrik).

Nah, swasta yang menjadi supplier bagi PLN akan semena-mena menetapkan harga dan PLN mau tidak mau harus mau menanggung harga yang lebih tidak rasional. Swasta tidak akan mau invest ke bagian jaringan ini karena membutuhkan biaya yang sangat sangat besar. Makanya swasta ingin untung sendiri dan yang paling melas adalah PLN. Jika semua dari hulu sampai hilir ditawarkan ke swasta, maka tidak ada satu pun investor yang mau meliriknya. Hitung-hitungan bisnis akan sangat merugikan. Dia harus menyediakan bahan baku sampai membuat jaringan yang menjangkau ke seluruh rumah2 sampai pelosok-pelosok. Investasi yang sangat merugikan. Bisa-bisa tarif listrik swasta ini menjadi 6 kali lipat tarif dari PLN sekarang. Kalau sebulan kita membayar ke PLN 200 ribu, nanti ke swasta kita harus membayar listrik yang kita pakai sekitar sejuta rupiah.

Tapi dengan dipretelinya PLN menjadi berkeping-keping, akan mudah bagi swasta untuk mengambil alih PLN walaupun tidak seluruhnya. Yang menguntungkan akan diambil swasta, yang merugikan akan dipaksakan ke PLN untuk menangani. mantap. So, jalan terbaik adalah pemerintah yang sudah hampir tidak punya hati nurani ini dipaksa agar mau menjual gas (hasil bumi Indonesia murni) kepada bangsa Indonesia, yaitu PLN. Dukunglah PLN untuk mendesak pemerintah melakukan efisiensi ini. karena dengan menggunakan gas, efisiensi bahan bakar sangat tinggi dibanding dengan minyak.

Aku menjadi mikir, “benarkah seperti ini keadaannya?” Menurutku benar tidaknya pendapat “PLN Mania” tersebut, hal ini sudah selayaknyalah di investigasi.

Blogged with Flock

Tags: , , , ,

Popularity: 10% [?]


Posting yang berhubungan: (otomatis digenerate)

2 Responses to “Pemadaman Listrik Oleh PLN”

  1. Ecko Manaluon 23 Feb 2008 at 0:19
    Gravatar

    ada banyak spekulasi memang bro.. sehubungan dengan PLN ini. Salah satu spekulasi lain… katanya PLN mau berubah nama juga… tapi ini tidak ada hubungannya dengan GAS…
    tapi dengan lilin…
    PLN akan berubah dari Perusahaan Listrik Negara menjadi Perusahaan Lilin Negara. Spekulasi ini mengatakan bahwa, PLN itu sengaja memadamkan listrik agar Lilin yang dihasilkan PLN (Perusahaan Lilin Negara) itu semuanya laku terjual dan menghasilkan devisa bagi negara.. :D :D

    bah.. awas datang si poltak…
    lariiiiiiiiiiiiiiiii…………

  2. Reyon 06 May 2008 at 10:47
    Gravatar

    beghh, kok gitu kau bro!!!! marah x aku. he he he. ungkapan PLN mania itu hampir benar sepenuhnya, itu bukan spekulasi, pemerintah kita udah banyak makan :SHIT:. Bayangin aja, di PLN sekarang udah ada merek trafo ” Kalla Trafo”, apakah ini nama trafo si wapres ato ada nama yang lain?? kalo benar ini nama si wapres, wah gila aja, wapres berbisnis di air yang keruh. Kemungkinan besar ada politik ekonomi yang menyusupin PLN. Udah ga benar ini. Untuk teman-temin yang baca, pemilu tahun depan ga usah deh pilih presiden ato wapres yang latar belakangnya pengusaha, semua bakal dijual ama dia

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply


Since Sept, 02 2008


FireStats icon Powered by FireStats