Jul 04 2008
Pemerkosaan Bahasa Indonesia: “SECARA”
Akhir-akhir ini (sebenarnya udah dari lama juga) aku sangat sering mendengar dan membaca kalimat-kalimat seperti berikut ini:
- Secara kita udah kerja, kita udah cukup nyaman sekarang.
- Dia bisa aja keluar-masuk perusahaan, secara bapaknya kan yang punya perusahaan.
- Temanku udah niat banget keluar kerja, secara dia udah 5 tahun kerja disitu.
- Kita harus lebih mawas diri, secara umur kita udah lebih dewasa.
Sejujurnya aku merasa gerah tiap kali mendengar/melihat kalimat seperti itu. Aku mengerti 100% apa makna yang dikandung kalimat tersebut, hanya saja kata secara pada kalimat-kalimat tersebut memiliki makna yang “aneh”, yakni: berhubung, karena, sebab, oleh karena. Aku masih lebih menerima penggunaan kata banget, gue, dan lu; Karena kata-kata ini merupakan kata baru yang belum pernah memiliki arti. Namun tidak begitu dengan kata secara. Dengan menggunakan arti baru yang aneh kepada secara, dapat menyebabkan makna yang ambigu yang benar-benar ga nyambung dan membingungkan.
Aku ga pernah tau (dan aku yakin ga ada) bahwa kata secara telah mengalami pergeseran makna. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kata secara tersebut. Kata secara dengan arti “aneh” tidak pernah (setidaknya aku belum pernah melihatnya) digunakan dalam ragam bahasa formal, di surat kabar, tabloid, buku, jurnal, skripsi, paper, dsb.
Apa arti secara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)?
Kata “secara” dalam tata bahasa Indonesia yang baku ada 4 definisi, seperti yang tertulis di KBBI, yaitu:
- Berarti “sebagai” atau “selaku” misalnya: “Hendaknya kamu bertindak secara laki-laki.”
- Berarti “menurut” dalam hal ini berhubungan dengan adat dan kebiasaan, misalnya: “Perkawinan Togar akan dilaksanakan secara adat di Medan.”
- Berarti “dengan cara”, misalnya: “Kasus pembunuhan itu akan diselesaikan secara hukum.”
- Berarti “dengan”, misalnya: “Tema itu diuraikan secara ringkas oleh Pak Tedy.”
Dari pengertian di KBBI jelas diketahui bahwa tidak ada secara yang berarti karena, oleh karena, berhubung atau sebab. Dengan demikian penggunaan kata secara dengan makna ‘aneh’ benar-benar tidak sesuai kaidah dan bagiku memuakkan. Hal itu dapat kuartikan sebagai pemerkosaan makna kata, sebab kata tersebut tidak lagi digunakan sebagaimana fungsinya. Dia ‘dipaksa’ meng-cover makna lain.
Menurutku, segera akhiri memperkosa kata secara. Sebisa mungkin gunakan bahasa baik dan benar (atau setidaknya tidak menimbulkan makna ambigu).
Siapa sih pencetus penggunaan kata secara dengan cara yang aneh itu?? Dan lebih parah lagi…. kenapa sih banyak banget orang yang ikut-ikutan menggunakan kata tersebut tanpa dikritisi terlebih dahulu… dan lebih memandang kata tersebut sebagai kata yang sedang ngetrend….. what a pity
Popularity: 25% [?]
Posting yang berhubungan: (otomatis digenerate)
Hahhaha.. angek yah ban..
Ini juga udah sering kali dulu aku perdebatkan sama temen2..
Aku juga kurang berterima dengan pengunaan kata2 “SECARA” yang aneh itu.. Tapi tololnya aku, aku mau pulak kadang2 make itu. Tapi emang biasanya aku pake itu cuma untuk becanda2 aja..
Secara ya Zron…..
Ezron kenapa nggak suka sama kata2 itu secara itukan lagi ngetrend biar kita nggak dibilang ketinggalan zaman secara sekarang 2008 coy…..
@Gloria:
Iya Go… marilah kita berbahasa yang baik dan benar… jangan memperkosa.. mulailah dari kita (and let it begin with me)
@Bonatua:
Hahaha… dasar Bona… ga mau kalah..
@Herwul:
Wul… wul…. stop pemerkosaan… ntar kubilang sama si aa kamu… hahaha :peace:
kayaknya, “secara” searti dengan “soalnya”. contoh:
“secara para bencong dan banci suka ciptain kata2 aneh yang artinya seenaknya sendiri. termasuk kata ’secara’ ini”;
“gue gak bisa masuk bow, secara gw udah dikeluarin dari perusahaan ini.”;
“ya gampang ajalah dia pake jaguar, secara bokapnya juga koruptor kakap.”
@dekisugi:
Hm… aku kurang yakin apakah penggunaan kalimat berikut sesuai kaidah EYD: (EYD mode=on)
“ya gampang ajalah dia pake jaguar, soalnya bokapnya juga koruptor kakap.”
bukankah lebih baku seperti ini:
“ya gampang ajalah dia pake jaguar, berhubung bokapnya juga koruptor kakap.”
iya nih aku juga neg kalo denger orng yang ngomong dengan memakai kata “secara” sembarangan..
entah siapa yang mempopulerkan kata itu