Sep 24 2008
Kesetaraan Gender Masih Belum Terjadi
Mengingatkan kita pada R.A Kartini kah? hope so.. Tapi kali ini ga ada hubungannya dengan R.A Kartini.
Pulang dari Bogor kemarin, sengaja ga ikut naik mobil.. karena berdasarkan testimoni Mba Ning, macetnya jalanan mulai dari UKI ke Gatsu itu sangat menyeramkan. Beliau kemarinnya dari Bogor jam 10 lewat.. eh nyampe ke Jamsostek Gatsu itu jam 2 kurang… Aku milih naik kereta Express aja dan rencananya turun di stasiun Gambir.
Ternyata stasiun Gambir ditutup menjelang lebaran untuk KRL. Stasiun Gambir dikhususkan untuk kereta yang berangkat ke luar kota. Ok lah.. aku berhenti di Juanda aja ntar.. pikirku..
Sampe di Juanda, seperti kebanyakan stasiun kereta, sangat banyak tukang ojek dan sibuk menyapa penumpang kereta yang turun. Aku liat teriknya matahari.. pengennya langsung nyampe rumah.. Aku juga sibuk menolak ajakan tukang ojek untuk diantarkan mereka. Tiba-tiba darahku mendesir ngeliat seorang Ibu juga melakukan hal yang sama dari sepeda motornya. Beliau mengenakan helm, duduk di atas motornya dan memanggil-manggil calon penumpang.
Dalam hati ku berkata: “Hebat ibu ini.. perjuangannya untuk hidup begitu besar. Pasti tidak mudah baginya untuk memulai pekerjaan itu.”
Dalam perjalanan pulang aku berpikir-pikir dalam hati: semakin hari semakin terlihat nyata bahwa kaum perempuan sudah banyak mengerjakan apa yang dulunya hanya dikerjakan oleh pria. Tapi bisakah pria melakukan hal yang senada untuk pekerjaan perempuan??? sepertinya belum…
Hubungannya dengan kesetaraan gender??? ya itu dia.. aku jadi merasa gender masih belum setara… tapi hal ini berlaku kebalikan.. yakni ku melihat perempuan berada di atas pria…
Popularity: 11% [?]
Posting yang berhubungan: (otomatis digenerate)
- Kereta bikin sial
- Hidup itu perjuangan dan pembelajaran
- Cerita kemarin… sial.. kok Lupa ya…
- Banjir….oh Banjir…….
Bang son saya setuju dengan cerita “Kesetaraan Gender” memang kebanyakan wanita bisa mengerjakan pekerjaan laki2 tp apakah laki2 bisa mengerjakan pekerjaan wanita.
Coba kita bayangkan betapa perkasanya seorang wanita, oleh karena itu jangan lah kita menyiayiakan wanita dimka bumi ini, hormatilah dan sayangilah mereka.
Jangan bertindak sewenang2 pada mereka……
klo yang transgender gimana bang?
@guyung a.k.a Herwul:
Guyung itu bahasa apa Wul?? bahasa papua kah??
baiklah wul.. kubilang ntar sama si aa.. biar jangan menyianyiakan perempuan perkasa seperti dirimu.. hehehe….
@thegands: bahasa apa lagi itu Gan???