Fuih, hari ini hari Jumat. Hari dimana yang biasanya aku sudah berada di atas kereta menuju Medan pada pukul 17:00 - 23:00. Meninggalkan kota tempat aku bekerja, dan menimang- nimang di kereta jadwal apa yang aku buat saat di Medan nantinya. Tapi hari ini menurutku luar biasa, aku masih berada di depan komputer, menulis blog ini, untuk menumpahkan isi hatiku yang sepertinya bernama kekesalan.
Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena Hari Minggu ini tepatnya tanggal 17 Agustus 2008 adalah hari kemerdekaan negara yang menurutku terpaksa aku cintai, karena aku lahir, hidup, tinggal, besar, dan mencari nafkah di negara yang masih terombang ambing ini.
Ya!!! sepertinya aku kesal, kemerdekaanku terenggut untuk beberapa hari hanya untuk mengikuti upacara yang diadakan di kantorku hari Minggu esok, yang mungkin berdurasi 1 atau 2 jam. Dalam hati aku berkeluh, Apakah layak kemerdekaanku pribadi terenggut hanya untuk mengikuti upacara kemerdekaan ini? Bagiku upacara tetaplah upacara, ga merubah nasib, keberuntungan, sifat, dan karakter orang2 di negara ini.
Kalau dipikir-pikir, apakah makna kemerdekaan sebenarnya?? Sampai sekarang aku pribadi belum bisa menjawab. Karena menurutku kemerdekaan terlalu luas cakupannya untuk dibahas. Dan aku menganggap Indonesia ini belum merdeka dalam banyak hal.
Jujur, untuk mengikuti upcara ini aku sangat terpaksa sekali, ga punya minat. Aku hanya memenuhi aturan perusahaan yang memberikanku nafkah. Nah, apakah aku harus mementingkan diriku dan kemerdekaanku atau mementingkan dan menghayati kemerdekaan itu sendiri???
Merdekalah Indonesia…………….