Kulik-kulik Film Batman, Si Satria Kegelapan

Spoiler alert:
Ada beberapa bagian dari film Batman, The  Dark Knight yang diceritakan di tulisan ini. Jadi bagi yang belum nonton dan gak mau “rusak” rasa penasarannnya tentang film ini, ya terserah. Mau baca boleh, mau gak baca juga bisa. hehehehe.

Ga telat klo mau cerita-cerita tentang film Batman, The  Dark Knight. Udah banyak yang ngereview film ini di blog-blog lain, tapi saya mau membahas potongan film tersebut. Secara keseluruhan, film ini sangat menyenangkan untuk ditonton, khususnya penggemar film aksi, agak-agak anarkis, thrilling, dan pake mikir.

Yang ingin saya bahas tentang bagian film yang bercerita tentang dua kapal yang digunakan untuk mengungsikan orang-orang penting kota Gotham dan orang-orang kriminal. Diceritakan, Joker “mengadu domba” orang-orang yang di kapal 1 (orang penting) dan di kapal 2 (kriminal). Mereka diberikan tombol yang dapat meledakkan kapal lain dan diberikan waktu sampai jam 12 malam untuk saling meledakkan. Ntar saya mau hubungkan dengan Game Theory.

Tentu saja, ini menjadi dilema di antara orang-orang yang ada di kedua kapal. Di satu sisi, mereka masih hati nurani, yang gak mau meledakkan kapal yang berisi ribuan orang. Situasi makin memanas karena di kapal 1, orang-orang pentingnya ingin menyelamatkan diri dengan meledakkan kapal yang lainnya, tapi gak ada yang mau sukarela menekan tombol “pembantaian”. Demikian juga di kapal 2.

Akhirnya, ada sukarelawan di kedua kapal untuk menekan tombol peledak tersebut.  Akan tetapi, sukarelawan di kapal 1 tidak tega menekan tombol tersebut. Sementara di kapal kedua, sukarelawan, yang nota bene kriminal dengan badan paling besar di antara mereka, langsung membuang tombol tersebut keluar.

Nilai moralnya, gak semua kriminal itu pengen berbuat kejahatan, selalu aja masih ada yang punya hati nurani. Sementara, orang-orang penting, yang nota bene terpelajar, punya jabatan penting di struktur sosial, pasti ada juga “celah” nya. Celah ini mungkin karena keinginan untuk menyelamatkan diri sendiri atau mengutamakan diri sendiri daripada orang lain (yang mungkin dianggap kurang penting).

Nah, hubungannya dengan Game Theory? Menonton bagian film Batman ini, saya langsung ingat tentang Prisoner’s Dilemma.

Apa itu? Hmm, setelah saya pikir-pikir, bahasannya ntar aja di postingan berikutnya. Ntar kepanjangan klo dibahas di sini semua.

Akhirnya, saya mau ucapkan rasa salut saya ke penulis skrip, sutradara, aktor (akting Heath Ledger betul-betul membuat filmnya jadi “original”), dan semua orang yang terlibat. Betul-betul menghibur. 10/10.

Popularity: 50% [?]

Wisata Kuliner di Sumut

Tulisan singkat ini hanya untuk mengisi kekosongan blog ini setelah beberapa minggu. Hal teknis dan masalah waktu yang menjadi alasan tidak di-updatenya blog ini (formal kali bahasa awak ini:D).

Tadi, saya baca di kompas tentang lawatan Bondan Winarno, si pengelana kuliner, ke kota Medan. Udah jelas, pasti kunjungannya tersebut berkaitan dengan makanan.kompas.com

Yang menyenangkan dari tulisannya baru-baru ini adalah pujiannya atas kota Medan sebagai salah satu kota di Indonesia dengan tradisi kuliner yang luar biasa. Kalo ini udah jelas, saya sebagai warga Sumut mengakui ini. Bahkan Sandra Dewi (pujaanku saat ini:P), artis cantik yang selalu nulis tentang makanannya hari ini di blognya turut mengakui hal tersebut. Btw, klo dipikir-pikir, baca blog Sandra Dewi itu bikin ingat tulisan yang dipajang di rata-rata depan lapo (red: kedai) makan Batak. Sadarion…sang sang B2 dohot oroan na ikan mas arsik, tuak bagot..hahahaha. Soalnya tulisannya banyakan daftar makanannya daripada tentang aku cerita yang lain yang mungkin lebih menarik.

Kembali ke topik, sepanjang hayatku tinggal di Sumatera Utara, gak terkatakan memang variasi makanan yang ada di sana. Pokoknya, di mana pun tinggal (di luar Sumut), cenderungnya rindu ke makanan dan jajanan yang ada di Sumut. Udah gitu nyari-nyari tempat makan yang menyajikan makanan khas Sumut.

Klo diingat-ingat, mulai dari Sibolga sampai ke Medan, banyak kali jenis makanan yang bisa kusebutkan. Gak usahlah kutulis semua, bikin ngiler aja…hahahaha. Intinya, sebenarnya aku lapar, udah gitu liat tulisan Bondan Winarno, jadinya ingat makanan di Indonesia khususnya Sumut, tambah lapar lagi ya khan, udah gitu ngelaporlah klo aku lagi lapar lewat blog ini…:P

Udahlah, aku pergi dulu.. Cari makanan..

Popularity: 54% [?]

|