Diari Tentara Belanda

Ingin tahu bagaimana kisah dari tentara Belanda yang dikirim ke Indonesia sekitar tahun 1946-1950? Klo tertarik , silahkan kunjungi situs 7 December Divisie. Di situs tersebut, ada foto-foto tentara Belanda ketika berada di Pematang Siantar, Medan dan Parapat. Sedikit memang, tapi menariklah lihat foto-foto jaman dulu.

Aku belum baca semuanya sih. Oh iya, ada versi bahasa Belandanya, ada versi bahasa Inggrisnya. Linknya ada di sebelah kiri atas.

Selamat membaca, siapa tahu ada yang mau buat film seperti Letters from Iwo Jima  dan Flags of Our Fathers.

Popularity: 36% [?]

Apa yang akan kamu pilih, kalau ….

doraemon stuff gift cartoon strip komik gambarBeberapa hari aku tiba2 kepikiran imajinasi jaman-jaman SMP ama SMA dulu. Imajinasi ini berkaitan ama yang namanya Doraemon. Pasti, udah jelas…klo ngomongin Doraemon kira2 mau ngomongin tentang isi kantong ajaibnya.

Nah, misalnya klo disuruh milih barang2 milik Doraemon yang bisa kita miliki, kira-kira teman-teman mau milih apa? Ok, supaya lebih mantap, barang yang dipilih boleh berjumlah maksimal 3.

Bagi yang sudah milih, tolong ditulis di bagian komentar. Ntar dua hari 5 hari lagi aku bakalan tulis barang apa yang ingin kuminta.

—Update / 11 Sept. 2008—

Hmmm, seperti yang sudah saya janjikan. Maka, saya akan melanjutkan postingan tentang barang milik Doraemon yang ingin  saya miliki (klo dimungkinkan:P). Sebenarnya aku pertama-tama ingin memilih barang seperti yang ditulis monique, tapi akan lebih fair klo 3 barang yang dipilih lebih spesifik daripada “kantong ajaib cadangan”.

Yang pertama, saya ingin memiliki “pintu kemana-mana saja” (sama dengan Ivonne). Alasannya? Biar cepat klo mau kemana-mana, hemat ongkos, cinta lingkungan, gak perlu bayar kost-kostan mahal2 (pulang kuliah balik ke rumah:)))..Btw, jadi ingat film Jumper.

Kedua, aku lupa namanya apa, tapi bendanya tersebut berupa kertas, semacam poster, bergambarkan pintu dan bisa ditempelkan ke dinding. Kelebihannya, kita bisa menempelkan benda tersebut di dinding dan masuk ke ruangan “dimensi lain” melalui pintu tersebut. Di dalam dimensi tersebut, terdapat ruangan-ruangan. Nah, yang menariknya di dalam itu 24 jam (waktu “dimensi lain”) sama dengan satu jam di waktu normal manusia. Tempat ini bakalan seru klo mau ujian…hahahha. Persiapan belajarnya hanya perlu satu jam manusia normal. Ntar 24 jam sebelum ujian berada di dimensi lain tersebut (24 hari bokkk di dimensi lain..bisa baca berapa paper itu…hahahaha).

Ketiga, “agar-agar penerjemah”. Ya ini supaya bisa ngerti bahasa lain tanpa harus belajar lain. Mosok udah punya pintu ke mana-mana saja, tapi gak bisa bahasa daerah yang dikunjungi. Tul gak?:P

Klo dipikir-pikir lagi, tiga barang tersebut cocoknya ke pelajar, mahasiswa, pekerja yang mungkin sering overtime dan overload. Hahaha. Untuk kondisi lain, pasti butuh barang lain. Benernya memang punya minta kantong ajaib cadanganm..hahahaha (dasar, serakah…efek sinetron2 mode: on).

Popularity: 46% [?]

Kulik-kulik Film Batman, Si Satria Kegelapan

Spoiler alert:
Ada beberapa bagian dari film Batman, The  Dark Knight yang diceritakan di tulisan ini. Jadi bagi yang belum nonton dan gak mau “rusak” rasa penasarannnya tentang film ini, ya terserah. Mau baca boleh, mau gak baca juga bisa. hehehehe.

Ga telat klo mau cerita-cerita tentang film Batman, The  Dark Knight. Udah banyak yang ngereview film ini di blog-blog lain, tapi saya mau membahas potongan film tersebut. Secara keseluruhan, film ini sangat menyenangkan untuk ditonton, khususnya penggemar film aksi, agak-agak anarkis, thrilling, dan pake mikir.

Yang ingin saya bahas tentang bagian film yang bercerita tentang dua kapal yang digunakan untuk mengungsikan orang-orang penting kota Gotham dan orang-orang kriminal. Diceritakan, Joker “mengadu domba” orang-orang yang di kapal 1 (orang penting) dan di kapal 2 (kriminal). Mereka diberikan tombol yang dapat meledakkan kapal lain dan diberikan waktu sampai jam 12 malam untuk saling meledakkan. Ntar saya mau hubungkan dengan Game Theory.

Tentu saja, ini menjadi dilema di antara orang-orang yang ada di kedua kapal. Di satu sisi, mereka masih hati nurani, yang gak mau meledakkan kapal yang berisi ribuan orang. Situasi makin memanas karena di kapal 1, orang-orang pentingnya ingin menyelamatkan diri dengan meledakkan kapal yang lainnya, tapi gak ada yang mau sukarela menekan tombol “pembantaian”. Demikian juga di kapal 2.

Akhirnya, ada sukarelawan di kedua kapal untuk menekan tombol peledak tersebut.  Akan tetapi, sukarelawan di kapal 1 tidak tega menekan tombol tersebut. Sementara di kapal kedua, sukarelawan, yang nota bene kriminal dengan badan paling besar di antara mereka, langsung membuang tombol tersebut keluar.

Nilai moralnya, gak semua kriminal itu pengen berbuat kejahatan, selalu aja masih ada yang punya hati nurani. Sementara, orang-orang penting, yang nota bene terpelajar, punya jabatan penting di struktur sosial, pasti ada juga “celah” nya. Celah ini mungkin karena keinginan untuk menyelamatkan diri sendiri atau mengutamakan diri sendiri daripada orang lain (yang mungkin dianggap kurang penting).

Nah, hubungannya dengan Game Theory? Menonton bagian film Batman ini, saya langsung ingat tentang Prisoner’s Dilemma.

Apa itu? Hmm, setelah saya pikir-pikir, bahasannya ntar aja di postingan berikutnya. Ntar kepanjangan klo dibahas di sini semua.

Akhirnya, saya mau ucapkan rasa salut saya ke penulis skrip, sutradara, aktor (akting Heath Ledger betul-betul membuat filmnya jadi “original”), dan semua orang yang terlibat. Betul-betul menghibur. 10/10.

Popularity: 50% [?]